Halaman
Saturday, December 29, 2012
Sunday, December 16, 2012
Hanya Sebuah Alat Dan Semangat
"Aku gagal, sekuat apapun aku berusaha, aku tak bisa menyusul Sie Fan," kata Chinmi. "Kelihatannya kau mulai mengerti Chinmi, walaupun kau melakukan hal yang sama dengan Sie Fan, tetap saja namanya meniru. Sudah tentu kau tak akan dapat melebihi kepandaian Sie Fan. Yang penting adalah menemukan cara latihan yang sesuai bagi diri kita sendiri untuk memperoleh ilmu tongkatmu sendiri," Ujar Riki. Sie Fan menemukan jurus tongkat berpilin yang memadukan pukulan dengan puntiran, itu tidak pernah diajarkan oleh guru Soshu, tetapi ia menciptakannya sendiri. "Aku dulu juga begitu, saat aku jadi buta (saat masih kecil), aku jadi takut terhadap segalanya, banyak yang menaruh kasihan padaku. Tetapi hanya guru Soshu yang mendidikku dengan keras. Waktu itu guru tidak peduli walaupun aku menangis meraung-raung, tapi didikan keras itu bukan untuk mengajarkan kungfu, guru hanya memberiku sebatang tongkat, tetapi beliau tidak mengajarkan ilmu tongkat sedikitpun," cerita Riki pada Chinmi.
"Kalau begitu Chinmi! Kau hanya dapat mengandalkan dirimu sendiri untuk mencari ilmu tongkatmu sendiri, begitulah guru mengajariku," Lanjut Riki. Itulah sekelumit wejangan Riki kepada Chinmi, setelah Riki melihat Chinmi berlatih di tepi sungai, melubangi batu kali dengan tongkat seperti apa yang Sie Fan lakukan. Dari wejangan Riki itulah akhirnya Chinmi menemukan cara baru untuk melatih ilmu tongkatnya agar bisa mengalahkan Sie Fan dipertandingan berikutnya yang akan diusahan Riki sebelum Sie Fan pulang dari kuil Dairin. Dari cerita Riki yang mengatakan ketika menjadi buta dan takut terhadap segalanya, guru Soshu malah mendidiknya dengan sangat keras, dan memberikan Riki sebuah tongkat tanpa diajarkan kungfu.
Dari kejadian itu kita bisa menangkap dua hal penting, yang pertama; Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan, sesulit apapun keadaannya, kita harus bisa mengandalkan diri kita sendiri. Dan yang kedua; Tongkat yang diberikan guru Soshu ke Riki hanyalah sebuah alat dan alat bisa diubah fungsi sesuai keinginan pemakainya. Kalau kata Ani Difranco, "Every tool is a weapon if you hold it tigh." Sama halnya dengan anak-anak fotografi, menurut mereka, kamera adalah "Gear" atau hanyalah sebuah alat, yang menentukan baik buruknya hasil jepretan ya mereka sendiri bukan dari jenis atau merk kamera. Begitu pun Riki, jika Riki malas dan hanya mau dikasihani, mungkin Riki hanya menjadi orang biasa tanpa ilmu yang hanya berjalan dengan menggunakan bantuan tongkat atau mungkin saja ia menjadi tukang pijat. Tetapi Riki berkehendak lain, selain digunakan untuk membantunya berjalan, Riki juga belajar jurus tongkat tanpa bantuan seorangpun. Intinya? SEMANGAT!!!!!
*Cerita ini disadur dari komik Kung Fu Boy*
"Kalau begitu Chinmi! Kau hanya dapat mengandalkan dirimu sendiri untuk mencari ilmu tongkatmu sendiri, begitulah guru mengajariku," Lanjut Riki. Itulah sekelumit wejangan Riki kepada Chinmi, setelah Riki melihat Chinmi berlatih di tepi sungai, melubangi batu kali dengan tongkat seperti apa yang Sie Fan lakukan. Dari wejangan Riki itulah akhirnya Chinmi menemukan cara baru untuk melatih ilmu tongkatnya agar bisa mengalahkan Sie Fan dipertandingan berikutnya yang akan diusahan Riki sebelum Sie Fan pulang dari kuil Dairin. Dari cerita Riki yang mengatakan ketika menjadi buta dan takut terhadap segalanya, guru Soshu malah mendidiknya dengan sangat keras, dan memberikan Riki sebuah tongkat tanpa diajarkan kungfu.
Dari kejadian itu kita bisa menangkap dua hal penting, yang pertama; Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan, sesulit apapun keadaannya, kita harus bisa mengandalkan diri kita sendiri. Dan yang kedua; Tongkat yang diberikan guru Soshu ke Riki hanyalah sebuah alat dan alat bisa diubah fungsi sesuai keinginan pemakainya. Kalau kata Ani Difranco, "Every tool is a weapon if you hold it tigh." Sama halnya dengan anak-anak fotografi, menurut mereka, kamera adalah "Gear" atau hanyalah sebuah alat, yang menentukan baik buruknya hasil jepretan ya mereka sendiri bukan dari jenis atau merk kamera. Begitu pun Riki, jika Riki malas dan hanya mau dikasihani, mungkin Riki hanya menjadi orang biasa tanpa ilmu yang hanya berjalan dengan menggunakan bantuan tongkat atau mungkin saja ia menjadi tukang pijat. Tetapi Riki berkehendak lain, selain digunakan untuk membantunya berjalan, Riki juga belajar jurus tongkat tanpa bantuan seorangpun. Intinya? SEMANGAT!!!!!
*Cerita ini disadur dari komik Kung Fu Boy*
Monday, July 9, 2012
Kalau Kita Menanam Toge, Bisakah Kacang Hijau Yang Tumbuh?
Okay, kali ini saya akan menjelma menjadi petani toge atau kecamba, (baca: toket gede). Ada 3 hal yang harus dipenuhi agar benih tanaman dapat
tumbuh: suhu, air, dan sinar matahari. Khusus untuk tanaman toge, mereka bisa
tumbuh dan bertambah panjang cukup jika kita menyesuaikan suhu dan memberikan
air pada kacang hijau (tanpa sinar matahari).
Namun
sebenarnya supaya kacang bisa menjadi tumbuhan sempurna yang mempunyai akar,
tunas, dan daun, ketiga syarat di atas tetap harus dipenuhi. Kalau tidak
mendapatkan sinar matahari, tanaman toge tidak mampu membuat daun dan akar yang
sebenarnya, ia akan layu dan kurang ranum. Atau ia jadi tidak punya zat hijau daun yang berfungsi membuat
makanannya sendiri seperti pada tanaman kacang yang mendapatkan sinar matahari.
Banyak
toge bagian kepalanya bukan hijau tetapi kuning, ini pun karena toge tersebut simpatisan partai Golkar tetapi ia tidak memiliki zat hijau daun. Karena itu, walaupun kita menanam toge di ladang
yang mendapat banyak sinar matahari, sulit sekali menumbuhkan kacang. Hal ini
disebabkan kurangnya akar sejati dan zat hijau daun sehingga tanaman itu tidak
bisa menyerap air dan zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh, tunas dan akarnya
juga sulit bertahan melawan panas, angin, da hujan karena akarnya bukan akar pohon beringin.
Di Korea, Toge Dari
kacang Hijau Disebut Toge Sukju
Sedikit sejarah, pada zaman Joseon
(Chosun), jauh sebelum Girls Generatin dan 2NE1 wara wiri di media, pemimpin ke-7 ini yaitu Joseon yang bernama Sejo membunuh keponakannya
sendiri, Danjong, dan merebut takhta kerajaan. Pengikut-pengikut Danjong yang
setia dan tetap melawan dikejar dan dibunuh.
Salah satu pengikut Danjong yang
paling terkenal adalah “Sayuksin” (enam pengikut yang mendapatkan hukuman mati,
Seong, Sammun, Park Phengnyon, Ha Wiji, Lee Ge, Yu Eungbu, Yu Seongwon) dan
“sengyuksin” (enam pengikut yang dipecat dari jabatannya, yaitu Lee Mengjoen,
Jo Yo, Won Ho, Kim Siseb, Seong Damsu, Nam Hyoon). Tetepi seorang pengikut
bernama Shin Sukju mengkhianati mereka dan membelot ke pihak Sejo agar bisa
hidup mewah. Orang-orang yang melihat kelakuan Sukju menyamakan kelakuannya
dengan toge kacang hijau yang cepat busuk setelah dibuat. Sejak saat itulah
toge kacang hijau disebut toge Sukju bukan toge Suju (Super Junior).
Sumber : Hal Yang Paling Bikin
Penasaran
Subscribe to:
Posts (Atom)




































