Halaman
Wednesday, May 22, 2013
Glaucon Dalam Iklan Rokok
Masih ingat dengan iklan yang satu ini? Ini adalah iklan rokok Sampoerna Mild versi "Taat Cuma Kalo Ada Yang Liat", iklan bergenre tv ini sudah cukup lama malang melintang di dunia pertelevisian Indonesia sekitar beberapa tahun lalu. Bagi kalian yang lahir di tahun 90an mungkin sudah tidak asing lagi dengan iklan rokok Sampoerna Mild yang jenis dan ragamnya sak abrek dengan ambel-embel "Tanya Kenapa".
Saya ingat iklan ini setelah membaca blognya Pandi Pragiwakso yang bertema Glauconian, dan tanpa tendeng aling-aling saya langsung ngacak-ngacak Google dan Youtube, biar sama saktinya dengan kera sakti yang sudah mengacak-ngacak khayangan. Alhasil saya menemukan iklan cewek nyengir yang sedang ke gep pak Polisi dengan dandanan ala Tentara. Disini, saya tidak akan membahas bagaimana dan seberapa cantik cewek tersebut ketika nyengir? Baiklah langsung saja, tanpa basa-basi. Glauconian adalah orang yang percaya pada pemikirannya Glaucon. Anda kenal siapa itu Glaucon? Jika anda baru mendengarnya sekarang, bisa dikatakan kalau anda sangat kuper sekali, karena saya pun juga baru mendengarnya, bedanya saya sedikit lebih dulu mengetahuinya beberapa minggu dibanding kalian. Tapi sudahlah jangan terlalu diambil hati, karena setiap orang punya pengetahuan dan kenalan masing-masing. Glaucon adalah nama adik dari Plato, Glaucon berargumen bahwa orang mematuhi hukum bukan karena memang itu merupakan hal yang baik, tapi agar dilihat orang lain sebagai orang yang baik. Glaucon berkata bahwa ketika tidak ada yang melihat, bisa saja seseorang melakukan hal-hal yang melanggar hukum, dan pernyataan Glaucon itu terjadi pada iklan Sampoerna Mild versi "Taat Kalo Ada Yang Liat", iklannya bisa diputar nanti setelah anda membaca semua tulisan ini, syukur-syukur anda mau membaca seluruh tulisan di blog ini. Pandji mengaku mendapatkan ini gara-gara membaca buku “The Righteous Mind” karya seorang Psikolog Moral bernama Jonathan Haidt. Psikologi Moral adalah ilmu yang membahas moralitas dari sisi sains.
Glauconian percaya bahwa pada dasarnya semua orang adalah pelanggar hukum dengan porsi masing masing. Kita mungkin tidak akan menabrak orang yang menghalangi laju kendaraan kita yang sedang terburu-buru kebelet boker lalu lari, tapi mungkin kita akan melanggar rambu-rambu lalu lintas atau menerobos lampu merah. Kita mungkin tidak akan mencuri uang, tapi mungkin kita tidak mengembalikan uang kembalian gorengan yang dibelikan orang tua kita. Kita mungkin tidak akan membuang bungkus kacang goreng di sungai, tapi mungkin kita akan membuang puntung rokok sembarangan. Dan saya yakin kita semua pasti pernah melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum yang menurut kita itu syah dan wajar saja untuk dilakukan selama pelanggaran itu kecil dan tidak dilihat orang banyak. Dalam iklan tersebut mengandung makna bahwa telah terjadi banyak pelangaran yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Iklan Sampoerna Mild versi “Taat Cuma Kalo Ada Yang Liat” menceritakan seorang cewek yang sedang mengendarai mobil. Sekilas cewek itu tampak ragu apakah akan berbelok atau tidak, sementara di depannya terpampang dengan jelas rambu lalu lintas "dilarang berputar". Akhirnya si cewek itu dengan beberapa pertimbangan yang dibuatnya, dia pun nekat berputar arah. Setelah berputar, tiba-tiba saja dari pinggir jalan ada suara peluit. Peluit siapa itu? Yang jelas bukan peluit wasit sepak bola, peluit itu adalah peluit seorang pak Polisi yang berdandan ala Tentara Nazi di medan perang. Dan terjadilah percakapan sebagai berikut.
Polisi : ”Siang Mbak….. Nggak lihat rambunya?”
Cewek : “Lihat kog”
Polisi : ”Lalu kenapa masih dilanggar?”
Cewek : “Kan…nggak ada yang jaga…..”
“Tanya Kenapa…Tanya Kenapa…..“
Dari percakapan tersebut bisa kita lihat, bahwa seseorang mematuhi peraturan hukum karena berdasarkan dilihat atau tidak dilihatnya orang lain atau petugas hukum. Sangat miris memang kita sebagai manusia hanya mematuhi hukum karena biar terlihat baik dimata orang, kita semua akting, kita semua pencitraan, dan kita semua ingin dilihat suci, bukan karena kita mematuhi peraturan karena kewajiban kita sebagai manusia, dan sering kali manusiawi dijadikan pembenaran, bukan suatu kebenaran. So,,,apakah anda termasuk Glauconian? Saya harap kita semua terutama masyarakat Indonesia taat hukum dan peraturan agar Bangsa kita semakin jaya. Jika kita sering melanggar peraturan-peraturan kecil, mungkin saja kita bakal melakukan pelanggaran hukum yang lebih besar porsinya (korupsi misalnya) dengan dalih tidak ada yang tahu atau melihatnya. Itulah sebabnya kenapa di gedung KPK terpampang tulisan "BERANI JUJUR ITU HEBAT". Tanya kenapa?
Sumber: Pandji Pragiwakso, Youtube.
Wednesday, January 16, 2013
Blue Ocean Strategy
Jauh setinggi langit biru diangkasa dan seluas samudra biru nusantara, Blue Ocean Strategy adalah strategi perang pedang yang digagas oleh kedua professor beda bangsa, yaitu W.Chan Kim dan Renee Mauborgne. Kedua professor ini menjelaskan bahwa sebaik baiknya perang adalah perang tanpa darah karena ilmu pedang tertinggi adalah ilmu ketiadaan pedang itu sendiri.
Beberapa hari yang lalu saya mendengar kabar bahwa Pak Dahlan Iskan mengalami
kecelakaan saat mengendari mobil listrik yang akan di releasenya (Tucuxi).
Katanya sih remnya blong, ketika menuruni bukit di Plaosan kabupaten Pacitan,
dan mau tidak mau harus mau Pak Dahlan menabrakkan mobilnya ke tebing, dengan
alasan supaya mobilnya bisa berhenti tanpa membahayakan orang lain. Hhmm, suatu
pengambilan keputusan yang epic, keputusan yang jauh dari membahayakan orang
lain. Beruntunglah orang-orang yang menemukan kebahagiannya tanpa harus
mencelakakan orang lain, meskipun itu membahayakan dirinya sendiri. Pak Dahlan
benar dan orang lain salah. Tapi Alhamdulillah bos Jawa Pos itu selamat dan
sehat sentosa tanpa mengalami luka serius, malah terkesan guyon.
Ketika ditanya wartawan seputar
proyek mobil listriknya jawaban beliau cukup simple, jawaban yang tidak
bertele-tele, cenderung ngawur namun masuk akal. Tepat sekali jika Pak Dahlan
tidak mau membuat mobil ber BBM karena sudah banyak yang membuatnya. Mungkin
beliau menginginkan susuatu yang unik, yang belum atau jarang orang lakukan,
yang tidak hanya sekedar mobil pengangkut sayur. Kalau Cuma mobil dimana mana
sudah ada. Mobil listrik ini memang sedikit berbeda, mungkin bisa dijalankan
melalui remot control yang jika dibuat main bareng Giant akan membuat Suneo
minder. Yang aneh memang menarik. Ibarat bakso itu bentuknya bulat, tapi kita
buat bakso dengan bentuk segitiga, bujur sangkar, jajar genjang, sukur-sukur
bisa membuat bakso dengan model bentuk gedung DPR. Atau misalnya batagor, yang
bahan utamanya dibuat dari 250 gr ikan tengiri dihaluskan, 250 ml air, dan 250 gr
tepung kanji. Tapi kita bisa membuat batagor dengan bahan baku batako, maka
jadilah batagor (bata goreng). Aneh kan? Iyah, memang aneh penulisnya dan
memang unik ini yang kita cari. Kalau ga gitu ga akan pernah ada cairan
pembersih gigi dengan cara dikumur. Mobil listrik memang masih jarang, hanya
beberapa negara saja yang sibuk mengembangkannya. Berbeda dengan mobil ber BBM yang
dimana saja ada. Mobil listrik dinilai menjadi solusi hemat penggunaan BBM dan
solusi tepat mengatasi pencemaran udara. Belum lagi semakin hari BBM naik
tinggi susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi mungkin bayi kurang gizi.
Sepertinya, bapak yang terkenal
dengan film Sepatu Dahlan ini menerapkan strategi samudra biru, milik Profesor
W.Chan Kim dan Renee Mauborgne. Siapakah W.Chan Kim dan Renee Mauborgne itu?
Mereka adalah professor yang memperkenalkan strategi samudra biru (Blue
Ocean Strategy). Dengan konsep dasarnya tidak berperang di medan
yang sama dengan para pesaing. Saya yakin jika kedua profesor ini kurang
tertarik mengikuti cerita perang padang Kurusetra ala Baratayuda dan perang
kilat Blitzkrieg cetusan Adolf Hitler. Menurut kedua Profesor ini, peperangan yang
demikian akan membuat kita berdarah-darah (red ocean). Kenapa tidak
menciptakan ruang pasar yang tanpa pesaing? Yang sedemikian beningnya ruang
tersebut hingga kemudian dijuluki blue film, eh sowry blue ocean maksud saya.
Dalam teori segmentasi juga sudah dijelaskan bahwa setiap manusia berbeda kebutuhan dan keinginannya. Menghadapi hal ini yang bisa kita lakukan adalah membuat pengelompokan, memilih segmen yang paling mampu kita penuhi kebutuhan dan keinginannya. Itulah fokus dan itulah target kita, Kepada siapa kita berurusan.
Menurut saya, bukan menurut pak SBY atau pak ARB. Pak Dahlan Iskan ini juga mengadopsi jurus mabuk ala drunken masternya Wong Fei Hung. Sekalipun mabuk dan gerakannya cenderung ngawur, namun setiap kali pukul, setiap kali nendang, atau nampar selalu tepat dan tidak meleset.
Dalam teori segmentasi juga sudah dijelaskan bahwa setiap manusia berbeda kebutuhan dan keinginannya. Menghadapi hal ini yang bisa kita lakukan adalah membuat pengelompokan, memilih segmen yang paling mampu kita penuhi kebutuhan dan keinginannya. Itulah fokus dan itulah target kita, Kepada siapa kita berurusan.
Menurut saya, bukan menurut pak SBY atau pak ARB. Pak Dahlan Iskan ini juga mengadopsi jurus mabuk ala drunken masternya Wong Fei Hung. Sekalipun mabuk dan gerakannya cenderung ngawur, namun setiap kali pukul, setiap kali nendang, atau nampar selalu tepat dan tidak meleset.
Demikian paparan singkat dari saya. Hidup hanya
sekali jika anda mati lalu hidup kembali berarti ada persamaan antara anda
dengan PLN.
Monday, January 14, 2013
Manusia Bukan Satu-Satunya Makhluk Sosial
Manusia kadang terlau pede, mengatakan jika manusia itu satu-satunya makhluk sosial atau makhluk yang sempurna bumi ini, padahal kadang tingkah laku mereka sangat minus melebihi binatang, karena selain manusia, hewan juga termasuk makhluk yang mampu bekerja sama dengan sesamanya untuk mencapai tujuan bersamanya, namun mereka satu-satunya makhluk yang berbudaya. Sebagaian hewan bekerjasama dengan sesamanya dengan cara elementer. Mereka bahkan dilatih bekerja sama lebih baik lagi dalam laboratorium. Beberapa jenis hewan seperti singa, gajah monyet, kuda, anjing, burung, dan lumba-lumba dapat bekerja sama dengan manusia untuk menampilkan atraksi yang menghibur, seperti dalam pertunjukkan sirkus, pertunjukan keliling topeng monyet dan kuda ronggeng.
Berdaskan prinsip belajar pelaziman operan (operan conditioning) yang dirintis B.F. Skinner. Kerjasama itu tampaknya juga mirip komunikasi, meskipun komunikasi tersebut tidak sempurna. Hewan dalam pertunjukkannya hanya bersedia melakukan apa yang diperintahkan manusia bila hewan tersebut diberi peneguhan, biasanya pemberian makanan.
Berbicara tentang kerja sama di dunia hewan, seranggalah yang menampakkan kualitasnya yang terbaik. Semut, rayap, dan lebah diberkahi dengan naluri yang membuat perilaku mereka sangat sosial. semut dan rayap dapat berkomunikasi secara memadai sehingga setiap anggota dari suatu kerajaannya dapat memberi tahu anggota lainnya dimana letak makanan. Rayap, seperti semut dan lebah, adalah serangga sosial yang hidup dalam koloni, mereka bekerja sama, melakukan tugas khusus untuk kepentingan koloni tersebut.
Akan tetapi, tidak seperti semut dan lebah, rayap hidup bersama terus menerus, tanpa jeda dalam sarang atau liang (tempat persembunyian) mereka. Kebiasaan berkoloni ini menghasilkan keturunan, dan biasanya kelompok pekerja untuk mengumpulkan makanan, merawat raja dan ratu, tentara dan rayap muda, dan untuk membangun sarang, liang lubang keluar, terowongan, menara, dan lorong penjelajahan.
Untuk memelihara organisasi ini, dan untuk mengkoordinasikan tugas-tugas yang dilakukan berbagai individu, serangga melakukan komunikasi antar individu. Berbagai jenis serangga memiliki mekanisme untuk mempengaruhi perilaku serangga lainnya. Mekanisme ini merupakan teknik-teknik untuk mengahsikan dan menerima bau, suara, sentuhan, atau bahkan rangsangan visual. Lewat penggunaan teknik-teknik tersebut, individu-individu serangga dapat mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan sosial mereka yang cukup rumit.
Rayap secara naluriah berkomunikasi dengan sesamanya dalam liang dengan menggunakan antena khusus (kumis serangga) yang peka, yang mereka mainkan dengan cepat diatas permukaan tetangga mereka. Kita juga melihat semut berkomunikasi dengan cara bersentuhan, konon semut bertukar ludah melalui mulut mereka (baca: cipokan), atau bersalaman ketika bertemu sesama semut.
Hewan selain serangga di luar manusia, tidak menampakkan kemampuan berkomunikasi dengan kecermatan seperti itu. Namun mereka juga dapat berkomunikasi melalui jenis suara untuk menyatakan emosi, menarik perhatian hewan sejenis, atau memenuhi keinginan dan kebutuhannya akan makanan misalnya. Defleur menegaskan, komuikasi serangga pada dasarnya merupakan mekanisme biologis, yang ditandaidengan hubungan yang relatif sederhana. Struktur biologis serangga menentukan jenis tindakan komunikatif yang dapat dilakukan. Komunikasi mereka rumit juga memang, dan belum kita pahami sepenuhnya.
Akan tetapi tidak diragukan bahwa teknik apapun yang mereka miliki adalah bagian dari warisan genetik. Ketika rangsangan yang layak muncul dalam lingkungan, teknik komunikasi ini secara otomatis terpicu. Individu serangga memberi respon otomatis terhadap tanda komunikasi yang sejenis. Ini bukan merupakan proses yang didasari kesukarelaan. Komunikasi tersebut tidak melibatkan proses belajar . Setiap serangga mampu melakukan tindakan komunikatif seperti itu meskipun sejak lahir terisolasi dan baru bergabung dengan koloninya setelah ia dewasa.
Fakta bahwa komunikasi serangga tidak melibatkan belajar, kesadaran, atau proses kultural mengisyaratkan bahwa komunikasi serangga merupakan bentuk elementer komunikasi dibandingkan dengan komunikasi hewan lebih tinggi.
Sumber: Buku Ilmu Komunikasi.
Berdaskan prinsip belajar pelaziman operan (operan conditioning) yang dirintis B.F. Skinner. Kerjasama itu tampaknya juga mirip komunikasi, meskipun komunikasi tersebut tidak sempurna. Hewan dalam pertunjukkannya hanya bersedia melakukan apa yang diperintahkan manusia bila hewan tersebut diberi peneguhan, biasanya pemberian makanan.
Berbicara tentang kerja sama di dunia hewan, seranggalah yang menampakkan kualitasnya yang terbaik. Semut, rayap, dan lebah diberkahi dengan naluri yang membuat perilaku mereka sangat sosial. semut dan rayap dapat berkomunikasi secara memadai sehingga setiap anggota dari suatu kerajaannya dapat memberi tahu anggota lainnya dimana letak makanan. Rayap, seperti semut dan lebah, adalah serangga sosial yang hidup dalam koloni, mereka bekerja sama, melakukan tugas khusus untuk kepentingan koloni tersebut.
Akan tetapi, tidak seperti semut dan lebah, rayap hidup bersama terus menerus, tanpa jeda dalam sarang atau liang (tempat persembunyian) mereka. Kebiasaan berkoloni ini menghasilkan keturunan, dan biasanya kelompok pekerja untuk mengumpulkan makanan, merawat raja dan ratu, tentara dan rayap muda, dan untuk membangun sarang, liang lubang keluar, terowongan, menara, dan lorong penjelajahan.
Untuk memelihara organisasi ini, dan untuk mengkoordinasikan tugas-tugas yang dilakukan berbagai individu, serangga melakukan komunikasi antar individu. Berbagai jenis serangga memiliki mekanisme untuk mempengaruhi perilaku serangga lainnya. Mekanisme ini merupakan teknik-teknik untuk mengahsikan dan menerima bau, suara, sentuhan, atau bahkan rangsangan visual. Lewat penggunaan teknik-teknik tersebut, individu-individu serangga dapat mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan sosial mereka yang cukup rumit.
Rayap secara naluriah berkomunikasi dengan sesamanya dalam liang dengan menggunakan antena khusus (kumis serangga) yang peka, yang mereka mainkan dengan cepat diatas permukaan tetangga mereka. Kita juga melihat semut berkomunikasi dengan cara bersentuhan, konon semut bertukar ludah melalui mulut mereka (baca: cipokan), atau bersalaman ketika bertemu sesama semut.
Hewan selain serangga di luar manusia, tidak menampakkan kemampuan berkomunikasi dengan kecermatan seperti itu. Namun mereka juga dapat berkomunikasi melalui jenis suara untuk menyatakan emosi, menarik perhatian hewan sejenis, atau memenuhi keinginan dan kebutuhannya akan makanan misalnya. Defleur menegaskan, komuikasi serangga pada dasarnya merupakan mekanisme biologis, yang ditandaidengan hubungan yang relatif sederhana. Struktur biologis serangga menentukan jenis tindakan komunikatif yang dapat dilakukan. Komunikasi mereka rumit juga memang, dan belum kita pahami sepenuhnya.
Akan tetapi tidak diragukan bahwa teknik apapun yang mereka miliki adalah bagian dari warisan genetik. Ketika rangsangan yang layak muncul dalam lingkungan, teknik komunikasi ini secara otomatis terpicu. Individu serangga memberi respon otomatis terhadap tanda komunikasi yang sejenis. Ini bukan merupakan proses yang didasari kesukarelaan. Komunikasi tersebut tidak melibatkan proses belajar . Setiap serangga mampu melakukan tindakan komunikatif seperti itu meskipun sejak lahir terisolasi dan baru bergabung dengan koloninya setelah ia dewasa.
Fakta bahwa komunikasi serangga tidak melibatkan belajar, kesadaran, atau proses kultural mengisyaratkan bahwa komunikasi serangga merupakan bentuk elementer komunikasi dibandingkan dengan komunikasi hewan lebih tinggi.
Sumber: Buku Ilmu Komunikasi.
Saturday, December 29, 2012
Sunday, December 16, 2012
Hanya Sebuah Alat Dan Semangat
"Aku gagal, sekuat apapun aku berusaha, aku tak bisa menyusul Sie Fan," kata Chinmi. "Kelihatannya kau mulai mengerti Chinmi, walaupun kau melakukan hal yang sama dengan Sie Fan, tetap saja namanya meniru. Sudah tentu kau tak akan dapat melebihi kepandaian Sie Fan. Yang penting adalah menemukan cara latihan yang sesuai bagi diri kita sendiri untuk memperoleh ilmu tongkatmu sendiri," Ujar Riki. Sie Fan menemukan jurus tongkat berpilin yang memadukan pukulan dengan puntiran, itu tidak pernah diajarkan oleh guru Soshu, tetapi ia menciptakannya sendiri. "Aku dulu juga begitu, saat aku jadi buta (saat masih kecil), aku jadi takut terhadap segalanya, banyak yang menaruh kasihan padaku. Tetapi hanya guru Soshu yang mendidikku dengan keras. Waktu itu guru tidak peduli walaupun aku menangis meraung-raung, tapi didikan keras itu bukan untuk mengajarkan kungfu, guru hanya memberiku sebatang tongkat, tetapi beliau tidak mengajarkan ilmu tongkat sedikitpun," cerita Riki pada Chinmi.
"Kalau begitu Chinmi! Kau hanya dapat mengandalkan dirimu sendiri untuk mencari ilmu tongkatmu sendiri, begitulah guru mengajariku," Lanjut Riki. Itulah sekelumit wejangan Riki kepada Chinmi, setelah Riki melihat Chinmi berlatih di tepi sungai, melubangi batu kali dengan tongkat seperti apa yang Sie Fan lakukan. Dari wejangan Riki itulah akhirnya Chinmi menemukan cara baru untuk melatih ilmu tongkatnya agar bisa mengalahkan Sie Fan dipertandingan berikutnya yang akan diusahan Riki sebelum Sie Fan pulang dari kuil Dairin. Dari cerita Riki yang mengatakan ketika menjadi buta dan takut terhadap segalanya, guru Soshu malah mendidiknya dengan sangat keras, dan memberikan Riki sebuah tongkat tanpa diajarkan kungfu.
Dari kejadian itu kita bisa menangkap dua hal penting, yang pertama; Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan, sesulit apapun keadaannya, kita harus bisa mengandalkan diri kita sendiri. Dan yang kedua; Tongkat yang diberikan guru Soshu ke Riki hanyalah sebuah alat dan alat bisa diubah fungsi sesuai keinginan pemakainya. Kalau kata Ani Difranco, "Every tool is a weapon if you hold it tigh." Sama halnya dengan anak-anak fotografi, menurut mereka, kamera adalah "Gear" atau hanyalah sebuah alat, yang menentukan baik buruknya hasil jepretan ya mereka sendiri bukan dari jenis atau merk kamera. Begitu pun Riki, jika Riki malas dan hanya mau dikasihani, mungkin Riki hanya menjadi orang biasa tanpa ilmu yang hanya berjalan dengan menggunakan bantuan tongkat atau mungkin saja ia menjadi tukang pijat. Tetapi Riki berkehendak lain, selain digunakan untuk membantunya berjalan, Riki juga belajar jurus tongkat tanpa bantuan seorangpun. Intinya? SEMANGAT!!!!!
*Cerita ini disadur dari komik Kung Fu Boy*
"Kalau begitu Chinmi! Kau hanya dapat mengandalkan dirimu sendiri untuk mencari ilmu tongkatmu sendiri, begitulah guru mengajariku," Lanjut Riki. Itulah sekelumit wejangan Riki kepada Chinmi, setelah Riki melihat Chinmi berlatih di tepi sungai, melubangi batu kali dengan tongkat seperti apa yang Sie Fan lakukan. Dari wejangan Riki itulah akhirnya Chinmi menemukan cara baru untuk melatih ilmu tongkatnya agar bisa mengalahkan Sie Fan dipertandingan berikutnya yang akan diusahan Riki sebelum Sie Fan pulang dari kuil Dairin. Dari cerita Riki yang mengatakan ketika menjadi buta dan takut terhadap segalanya, guru Soshu malah mendidiknya dengan sangat keras, dan memberikan Riki sebuah tongkat tanpa diajarkan kungfu.
Dari kejadian itu kita bisa menangkap dua hal penting, yang pertama; Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan, sesulit apapun keadaannya, kita harus bisa mengandalkan diri kita sendiri. Dan yang kedua; Tongkat yang diberikan guru Soshu ke Riki hanyalah sebuah alat dan alat bisa diubah fungsi sesuai keinginan pemakainya. Kalau kata Ani Difranco, "Every tool is a weapon if you hold it tigh." Sama halnya dengan anak-anak fotografi, menurut mereka, kamera adalah "Gear" atau hanyalah sebuah alat, yang menentukan baik buruknya hasil jepretan ya mereka sendiri bukan dari jenis atau merk kamera. Begitu pun Riki, jika Riki malas dan hanya mau dikasihani, mungkin Riki hanya menjadi orang biasa tanpa ilmu yang hanya berjalan dengan menggunakan bantuan tongkat atau mungkin saja ia menjadi tukang pijat. Tetapi Riki berkehendak lain, selain digunakan untuk membantunya berjalan, Riki juga belajar jurus tongkat tanpa bantuan seorangpun. Intinya? SEMANGAT!!!!!
*Cerita ini disadur dari komik Kung Fu Boy*
Monday, July 9, 2012
Kalau Kita Menanam Toge, Bisakah Kacang Hijau Yang Tumbuh?
Okay, kali ini saya akan menjelma menjadi petani toge atau kecamba, (baca: toket gede). Ada 3 hal yang harus dipenuhi agar benih tanaman dapat
tumbuh: suhu, air, dan sinar matahari. Khusus untuk tanaman toge, mereka bisa
tumbuh dan bertambah panjang cukup jika kita menyesuaikan suhu dan memberikan
air pada kacang hijau (tanpa sinar matahari).
Namun
sebenarnya supaya kacang bisa menjadi tumbuhan sempurna yang mempunyai akar,
tunas, dan daun, ketiga syarat di atas tetap harus dipenuhi. Kalau tidak
mendapatkan sinar matahari, tanaman toge tidak mampu membuat daun dan akar yang
sebenarnya, ia akan layu dan kurang ranum. Atau ia jadi tidak punya zat hijau daun yang berfungsi membuat
makanannya sendiri seperti pada tanaman kacang yang mendapatkan sinar matahari.
Banyak
toge bagian kepalanya bukan hijau tetapi kuning, ini pun karena toge tersebut simpatisan partai Golkar tetapi ia tidak memiliki zat hijau daun. Karena itu, walaupun kita menanam toge di ladang
yang mendapat banyak sinar matahari, sulit sekali menumbuhkan kacang. Hal ini
disebabkan kurangnya akar sejati dan zat hijau daun sehingga tanaman itu tidak
bisa menyerap air dan zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh, tunas dan akarnya
juga sulit bertahan melawan panas, angin, da hujan karena akarnya bukan akar pohon beringin.
Di Korea, Toge Dari
kacang Hijau Disebut Toge Sukju
Sedikit sejarah, pada zaman Joseon
(Chosun), jauh sebelum Girls Generatin dan 2NE1 wara wiri di media, pemimpin ke-7 ini yaitu Joseon yang bernama Sejo membunuh keponakannya
sendiri, Danjong, dan merebut takhta kerajaan. Pengikut-pengikut Danjong yang
setia dan tetap melawan dikejar dan dibunuh.
Salah satu pengikut Danjong yang
paling terkenal adalah “Sayuksin” (enam pengikut yang mendapatkan hukuman mati,
Seong, Sammun, Park Phengnyon, Ha Wiji, Lee Ge, Yu Eungbu, Yu Seongwon) dan
“sengyuksin” (enam pengikut yang dipecat dari jabatannya, yaitu Lee Mengjoen,
Jo Yo, Won Ho, Kim Siseb, Seong Damsu, Nam Hyoon). Tetepi seorang pengikut
bernama Shin Sukju mengkhianati mereka dan membelot ke pihak Sejo agar bisa
hidup mewah. Orang-orang yang melihat kelakuan Sukju menyamakan kelakuannya
dengan toge kacang hijau yang cepat busuk setelah dibuat. Sejak saat itulah
toge kacang hijau disebut toge Sukju bukan toge Suju (Super Junior).
Sumber : Hal Yang Paling Bikin
Penasaran
Wednesday, July 4, 2012
Zaman Sebelum Dinosaurus
Makhluk aneh dan haus akan darah
telah memenuhi bumi jauh sebelum zaman dinosaurus. Beberapa makhluk ini adalah
nenek moyang dari para dinosaurus. Sementara yang lainnya lebih mirip dengan
makhluk yang datang dari dunia lain.
Makhluk aneh dan haus akan darah telah memenuhi bumi jauh sebelum zaman dinosaurus. Beberapa makhluk ini adalah nenek moyang dari para dinosaurus. Sementara yang lainnya lebih mirip dengan makhluk yang datang dari dunia lain. Dinosaurus pertama hidup lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Namun, bahkan sebelum dinosaurus pertama berjalan dimuka bumi, dunia ini telah dipenuhi oleh segala jenis makhluk yang aneh.
Diantara makhluk-makhluk ini adalah beberapa reptil menakutkan yang nampak seperti dinosaurus, seperti kadal kejam bernama Dimetrodon. Makhluk lainnya seperti Diplocaulus, makhluk berbentuk aneh dengan kepala menyerupai sebuah boomerang, dan Dunkleosteus, ikan purba raksasa dengan mulut yang dipenuhi dengan gigi yang tajam.
Bahkan Trilobite dan Eurypterid, makhluk aneh yang mirip dengan makhluk asing yang hidupnya di laut telah hidup sebelum makhluk-makhluk diatas mulai pindah ke lautan dan daratan.
Lalu, sekitara 248 juta tahun yang lalu, diakhir zaman Permian, sesuatu yang mengerikan telah terjadi: kemusnahan massal telah membunuh begitu banyak makhluk hidup pada saat itu. Diperkirakan bahwa hampir 95 persen makhluk laut dan 78 persen reptil telah musnah. Syukurlah, masih ada makhluk yang dapat hidup. Beberapa dari makhluk ini adalah reptil yang dikemudian hari menjadi dinosaurus
Sumber : Planetdino.net
Makhluk aneh dan haus akan darah telah memenuhi bumi jauh sebelum zaman dinosaurus. Beberapa makhluk ini adalah nenek moyang dari para dinosaurus. Sementara yang lainnya lebih mirip dengan makhluk yang datang dari dunia lain. Dinosaurus pertama hidup lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Namun, bahkan sebelum dinosaurus pertama berjalan dimuka bumi, dunia ini telah dipenuhi oleh segala jenis makhluk yang aneh.
Diantara makhluk-makhluk ini adalah beberapa reptil menakutkan yang nampak seperti dinosaurus, seperti kadal kejam bernama Dimetrodon. Makhluk lainnya seperti Diplocaulus, makhluk berbentuk aneh dengan kepala menyerupai sebuah boomerang, dan Dunkleosteus, ikan purba raksasa dengan mulut yang dipenuhi dengan gigi yang tajam.
Bahkan Trilobite dan Eurypterid, makhluk aneh yang mirip dengan makhluk asing yang hidupnya di laut telah hidup sebelum makhluk-makhluk diatas mulai pindah ke lautan dan daratan.
Lalu, sekitara 248 juta tahun yang lalu, diakhir zaman Permian, sesuatu yang mengerikan telah terjadi: kemusnahan massal telah membunuh begitu banyak makhluk hidup pada saat itu. Diperkirakan bahwa hampir 95 persen makhluk laut dan 78 persen reptil telah musnah. Syukurlah, masih ada makhluk yang dapat hidup. Beberapa dari makhluk ini adalah reptil yang dikemudian hari menjadi dinosaurus
Sumber : Planetdino.net
Thursday, June 7, 2012
Sejarah Becak
Becak (dari bahasa Hokkien: be chia “kereta kuda") adalah suatu moda
transportasi beroda tiga yang umum ditemukan di Indonesia dan juga di
sebagian Asia. Kapasitas normal becak adalah dua orang penumpang dan
seorang pengemudi. Di Indonesia ada dua jenis becak yang lazim digunakan:
* Becak dengan pengemudi di belakang. Jenis ini biasanya ada di Jawa.
* Becak dengan pengemudi di samping. Jenis ini biasanya ditemukan di Sumatra.
Untuk becak jenis ini dapat dibagi lagi ke dalam dua sub-jenis, yaitu:
1. Becak kayuh - Becak yang menggunakan sepeda sebagai kemudi.
2. Becak bermotor/Becak mesin - Becak yang menggunakan sepeda motor sebagai penggerak.
Becak merupakan alat angkutan yang ramah lingkungan karena tidak menyebabkan polusi udara (kecuali becak bermotor tentunya). Selain itu, becak tidak menyebabkan kebisingan dan juga dapat dijadikan sebagai obyek wisata bagi turis-turis mancanegara.
Meskipun begitu, kehadiran becak di perkotaan dapat mengganggu lalu lintas karena kecepatannya yang lamban dibandingkan dengan mobil maupun sepeda motor. Selain itu, ada yang menganggap bahwa becak tidak nyaman dilihat, mungkin karena bentuknya yang kurang modern.
Satu-satunya kota di Indonesia yang secara resmi melarang keberadaan becak adalah Jakarta. Becak dilarang di Jakarta sekitar akhir dasawarsa 1980-an. Alasan resminya antara lain kala itu ialah bahwa becak adalah “eksploitasi manusia atas manusia”. Penggantinya adalah, ojek, bajaj dan Kancil.
Selain di Indonesia, becak juga masih dapat ditemukan di negara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Vietnam dan Kuba. Di Singapura, becak kini hanyalah sebuah alat transportasi wisata saja.
Untuk meningkatkan kemampuan becak dan mendorong penggunaan kendaraan tidak bermotor dibeberapa negara maju dikembangkan becak yang menggunaan gigi percepatan/transmisi seperti yang digunakan dalam sepeda modern sehingga bisa melewati tanjakan dengan lebih mudah, desain dibuat aerodinamis serta pengemudinya berada didepan ruang penumpang.
* Becak dengan pengemudi di belakang. Jenis ini biasanya ada di Jawa.
* Becak dengan pengemudi di samping. Jenis ini biasanya ditemukan di Sumatra.
Untuk becak jenis ini dapat dibagi lagi ke dalam dua sub-jenis, yaitu:
1. Becak kayuh - Becak yang menggunakan sepeda sebagai kemudi.
2. Becak bermotor/Becak mesin - Becak yang menggunakan sepeda motor sebagai penggerak.
Becak merupakan alat angkutan yang ramah lingkungan karena tidak menyebabkan polusi udara (kecuali becak bermotor tentunya). Selain itu, becak tidak menyebabkan kebisingan dan juga dapat dijadikan sebagai obyek wisata bagi turis-turis mancanegara.
Meskipun begitu, kehadiran becak di perkotaan dapat mengganggu lalu lintas karena kecepatannya yang lamban dibandingkan dengan mobil maupun sepeda motor. Selain itu, ada yang menganggap bahwa becak tidak nyaman dilihat, mungkin karena bentuknya yang kurang modern.
Satu-satunya kota di Indonesia yang secara resmi melarang keberadaan becak adalah Jakarta. Becak dilarang di Jakarta sekitar akhir dasawarsa 1980-an. Alasan resminya antara lain kala itu ialah bahwa becak adalah “eksploitasi manusia atas manusia”. Penggantinya adalah, ojek, bajaj dan Kancil.
Selain di Indonesia, becak juga masih dapat ditemukan di negara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Vietnam dan Kuba. Di Singapura, becak kini hanyalah sebuah alat transportasi wisata saja.
Untuk meningkatkan kemampuan becak dan mendorong penggunaan kendaraan tidak bermotor dibeberapa negara maju dikembangkan becak yang menggunaan gigi percepatan/transmisi seperti yang digunakan dalam sepeda modern sehingga bisa melewati tanjakan dengan lebih mudah, desain dibuat aerodinamis serta pengemudinya berada didepan ruang penumpang.
Sumber : Wikipedia.org
Video Game yang Pertama
Komputer sudah ditemukan lebih lama
dari yang Anda perkirakan. Namun, berbicara mengenai komputer, pasti
mengingatkan kita akan video game. Banyak orang beranggapan bahwa video game
yang pertama adalah Pong. Pong pertama kali diperkenalkan oleh Atari pada tahun
1972.
Pong adalah permainan arkade, dimana terdapat 2 raket berhadapan dengan sebuah bola. Mirip seperti permainan tenis virtual. Pong juga adalah video game komersial pertama yang sangat sukses di pasaran dan merupakan pencetus industri-industri video game sekarang ini. Tapi ternyata dua puluh tahun sebelum lahirnya Pong, ada permainan lain yang sudah diciptakan.
Tahukah Anda permainan bernama OXO? Permainan yang tediri dari 9 kotak dimana anda dan lawan anda harus berlomba menderetkan huruf X atau O sebanyak 3 kali berturut–turut? Dan yang pertama bisa menderetkan 3 huruf yang sama menjadi pemenangnya. Permainan ini diciptakan oleh Alexander Douglas untuk tesis PhD nya di Cambridge University. Fakta yang menakjubkan bukan, bahwa video game yang pertama ditemukan 60 tahun yang lalu.
Pong adalah permainan arkade, dimana terdapat 2 raket berhadapan dengan sebuah bola. Mirip seperti permainan tenis virtual. Pong juga adalah video game komersial pertama yang sangat sukses di pasaran dan merupakan pencetus industri-industri video game sekarang ini. Tapi ternyata dua puluh tahun sebelum lahirnya Pong, ada permainan lain yang sudah diciptakan.
Tahukah Anda permainan bernama OXO? Permainan yang tediri dari 9 kotak dimana anda dan lawan anda harus berlomba menderetkan huruf X atau O sebanyak 3 kali berturut–turut? Dan yang pertama bisa menderetkan 3 huruf yang sama menjadi pemenangnya. Permainan ini diciptakan oleh Alexander Douglas untuk tesis PhD nya di Cambridge University. Fakta yang menakjubkan bukan, bahwa video game yang pertama ditemukan 60 tahun yang lalu.
Sumber : wwwjadiberita.com
Subscribe to:
Posts (Atom)






































